Berdirinya Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi tidak bisa terlepas dari adanya Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi, karena Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi adalah merupakan perkembangan dari Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi.

            Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi berdiri pada tahun 1926 yang didirikan oleh Bapak Kiyai H.Abdul Karim dan dibantu oleh Bapak H.Said selaku kepala Desa Sumberwudi, serta Bapak H.Abdul Majid selaku tokoh masyarakat di Desa Sumberwudi. Dari bantuan beliau berdua (H.Said dan H.Abdul Majid) Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi, karena Bapak Kiyai H.Abdul Karim bukan penduduk asli Sumberwudi tetapi berasal dari Desa Kendal Kemlagi Karanggeneng yang diminta oleh Bapak H.Said dan Bapak H.Abdul Majid untuk pindah ke Sumberwudi dan berjuang mengembangkan agama islam di Desa Sumberwudi.

            Setelah Pondok Pesantren Nurul Huda Sumberwudi berdiri dan mengalami kemajuan, santrinya pun semakin banyak, tidak hanya dari Sumberwudi tetapi juga dari desa sekitar Sumberwudi bahkan ada yang dari luar daerah, untuk itu perlu adanya pengembangan pendidikan formal untuk bisa lebih memantapkan pendidikan.

Untuk perkembangannya beliau (Kiyai H.Abdul Karim) mendirikan Madrasah Ibtidaiyah yang diberi nama “MADRASAH IBTIDAIYAH ISLAMIYAH” Sumberwudi. Hal ini terjadi pada tahun 1949. Dalam mendirikan madrasah Ibtidaiyah Islamiyah itu beliau dibantu oleh Putranya yaitu, Ustad Ahwan dan Ustad Ahmad Muhjiddin yang pada waktu itu masih belajar di Pondok Pesantren Langitan dan Ustad Ahmad Masduki. Disamping putra – putranya itu juga dibantu dari tokoh masyarakat antara lain : Bapak Sari Kemijan, Bapak Suro Marsidin dan Bapak Saejan (Kepala Desa Karangwungu Kidul).

Adapun tenaga penddidiknya pada waktu itu :

  1. Bapak Kiyai H.Abdul Karim
  2. Ustad Ahwan putranya sendiri
  3. Ustad Saeman dari Jagran
  4. Bapak Kiyai Syamsul dari Legoh

Perkembangan Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi

            Pada tahun 1950 bangunan Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi tumbang, tidak hanya madrasah tetapi juga Pondok Pesantren Nurul huda pun ikut tumbang terkena angin topan. Walaupn demikian proses belajar mengajar tetap berjalan dengan jalan pindah ke rumah – rumah yanag siap ditempati. Rumah – rumah yang siap ditempati pada waktu itu adalah :

  1. Rumah Bapak Saejan (Kades Karangwungu)
  2. Rumah Bapak Teirto Jampi / Ibu Ratimah Sumberwudi
  3. Rumah Bapak Suro Marsidin Sumberwudi

Dari situasi yang semacam itu, ada waqaf berupa musholla dari Bapak H.Abdul Majid. Musholla itu kemudian dirombak menjadi pondok pesantren dan madrasah. Pembangunan masih terus berjalan sedikit demi sedikit sambil mengumpulkan dana dan mencari bantuan. Sampai bangunan tersebut bisa ditempati. Karena bangunan bisa ditempati akhirnya sekolah yang berada dirumah – rumah itu kembali ke gedung madrasah.

Setelah berjalan beberapa tahun banguna sudah mumpuni, murid semakin banyak seiring dengan bertambahnya waktu dan zaman, Bapak Kiyai H.Abdul Karim ingin memajukan Pondok Pesantren Nurul Huda termasuk MI Islamiyah Sumberwudi dalam hal kuantitas dan kwalitasnya, beliau (Bapak Kiyai H.Abdul Karim) pada tahun 1954 minta bantuan ke Pondok Pesantren Jombang dan Kediri. Permintaan itu dikabulkan, beliau dapat bantuan dua tenaga pelajar dari Jombang yaitu :

  1. Bapak Imam Muhsin
  2. Bapak Imam Sirojuddin

Dan tiga tenaga dari Kediri yaitu :

  1. Bapak Imam Nur Hadi
  2. Bapak Wahyudi
  3. Bapak Badrul Munir

Dari bantuan tenaga – tenaga itulah pondok pesantren umunya dan MI Islamiyah khususnya semakin berkembang dan mengalami kemajuan baik kuantitas maupun kwalitasnya. Apalagi dengan datangnya putra Bapak Kiyai H.Abdul Karim sendiri yaitu, Bapak Ahmad Muhjiddin dari Pondok Pesantren Langitan dan Bapak Ahmad Anwari yang menjadi menantu beliau, maka semakin lengkap tenaga pendidiknya.

Pergantian Kepala

            Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi yang sudah berdiri tahun 1949 yang dikepalai oleh Bapak Kiyai H.Abdul Karim kini mengalami pergantian kepala sejalan dengan bertambahnya umur beliau. Adapun yang pernah menjabat menjadi Kepala MI Islamiyah adalah :

Foto Kepala MI Islamiyah
  1. Pertama, Bapak Kiyai H.Abdul Karim
  2. Kedua, Bapak Kiyai Syamsul
  3. Ketiga, Bapak Kiyai Ahwan
  4. Keempat, Bapak Imam Muhsin
  5. Kelima, Bapak Kiyai Jamari
  6. Keenam, Bapak Ramijan
  7. Ketujuh, Bapak Nurul Huda
  8. Kedelapan, Bapak Matarjo
  9. Kesembilan, Bapak Kiyai H.Anwari, BA
  10. Kesepuluh, Bapak Bisri
  11. Kesebelas, Bapak Kiyai H.Ahmad Zuhri,BA
  12. Keduabelas, Bapak Drs. Abdul Aziz
  13. Ketigabelas, Bapak Drs. Ahmadi

Itulah urutan Kepala Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi. Adapun jabatan itu saat ini dipegang oleh Bapak SHOHIB, S.Pd.

Demikian sejarah berdiri dan berkembangnya Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah Sumberwudi secara singkat, mudah – mudahan ada guna dan manfaatnya amiin. Jika ada kesalahan mohon maaf dan bisa diperbaiki kembali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Explore More

SISWA MI ISLAMIYAH SUMBERWUDI RAIH JUARA 2 DAN 3 KEJUARAAN KARATE DI TINGKAT PROVINSI

Siswa-siswi MI ISLAMIYAH Sumberwudi meraih Juara 2 Putri dan Juara 3 Putra pada kejuaraan Provinsi KARATE INKAI Jawa Timur Tahun 2023. Kejuaraan ini memperebutkan PIALA TETAP KETUA UMUM FORKI JAWA

HARI SANTRI NASIONAL 2025

[ SELAMAT HARI SANTRI NASIONAL 2025 ] Pada Rabu, 22 Oktober 2025, kami telah melaksanakan upacara memperingati Hari Santri Nasional. Momen ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meneladani